Bagi kamu siswa sekolah menengah atas yang sedang memikirkan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mana, PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) dan PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dapat menjadi pilihan. Dimana ada banyak bimbel kedinasan Mojokerto hingga bimbel PTN yang bisa diikuti untuk membantu persiapan diri.
Karena baik PTK dan PTN punya jalur masuk yang melibatkan ujian, sehingga kamu perlu belajar dengan rutin agar dapat lolos ujian tersebut. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah mana yang harus dipilih antara PTK dan PTN. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa memahami perbedaan antara kedua jenis perguruan tinggi tersebut melalui ulasan berikut.
Perbedaan PTK dan PTN
baca juga: Pentingnya Jejak Digital Sebelum Daftar Sekolah Kedinasan, Yuk Cek Akun Kamu Sekarang!
1. Instansi Penyelenggara
Baik PTK maupun PTN pada dasarnya sama-sama berada di bawah naungan pemerintah. Meski begitu, ada perbedaan dalam pengelolaan kedua jenis perguruan tinggi tersebut. Untuk PTN, pengelolaannya dilakukan oleh Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
Sementara itu, PTK dikelola langsung oleh kementerian atau lembaga pemerintah tertentu, bukan di bawah Kemendikbudristek. Contohnya PKN STAN di bawah Kementerian Keuangan, STIN di bawah BIN, IPDN di bawah Kemendagri, dan lain-lain.
2. Tujuan
Dengan pengelolaan yang berbeda, baik PTK dan PTN punya tujuan yang berbeda pula. Jadi penting bagimu untuk mengetahui hal ini sebelum memutuskan ikut bimbel kedinasan Mojokerto.
Jika PTN bertujuan menyediakan pendidikan tinggi secara umum dengan berbagai bidang studi, maka PTK punya tujuan mencetak tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan instansi yang menaunginya.
Misalnya PKN STAN, tujuannya adalah mencetak lulusan unggul di bidang keuangan negara yang siap bekerja di sektor pemerintah, terutama di lembaga-lembaga yang berkaitan dengan keuangan negara.
3. Status Lulusan
Bukan tanpa alasan PTK punya tujuan seperti yang dijelaskan. Itu karena banyak sekolah kedinasan yang memiliki ikatan dinas, sehingga lulusannya bisa langsung diangkat menjadi CPNS di kementerian atau lembaga terkait setelah lulus. Setelah menjalani masa percobaan, maka mereka pun akan diangkat secara resmi menjadi PNS.
Status ikatan dinas tersebut yang membuat banyak orang rela ikut bimbel kedinasan Mojokerto sejak dini, guna mempersiapkan diri dengan matang untuk ikut seleksi sekdin. Meski begitu, perlu diingat bahwa PTK juga ada yang non-ikatan dinas.
Status lulusan PTK non-ikatan dinas hampir sama dengan perguruan tinggi lain, termasuk PTN. Dimana lulusannya bisa mendapat ijazah dan dapat mencari kerja secara mandiri. Mereka juga dapat mengikuti seleksi CPNS apabila ingin berkarier sebagai seorang ASN.

4. Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan memang umumnya berbeda-beda tergantung perguruan tinggi dan program studi yang diambil. Namun ada perbedaan besar mengenai aspek biaya pendidikan ini antara PTK dan PTN.
Pasalnya untuk PTK ikatan dinas, sebagian besar biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah. Bahkan ada pula instansi yang memberikan uang saku bulanan selama masa pendidikan. Ini tentu berbeda dengan PTN yang mengharuskan mahasiswa membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) tiap semester.
5. Seleksi Masuk
Berikutnya terkait seleksi masuk. Seleksi masuk PTK biasanya lebih panjang dan kompleks bila dibandingkan seleksi masuk PTN. Seleksi masuk PTN memang ketat dengan banyak pesaing, tapi umumnya meliputi SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.
Di lain sisi, proses seleksi sekolah kedinasan punya berbagai tahapan. Dimulai dari tes administrasi, tes kompetensi dasar atau SKD, tes kesehatan, tes kesamaptaan (jasmani), psikotes, hingga wawancara.
Bagaimana, sudah tahu perbedaan PTK dan PTN? Keduanya dapat menjadi pilihan yang bagus untuk melanjutkan pendidikan. Jika ingin masuk PTK dengan biaya pendidikan gratis dan karier yang jelas, tentu kamu harus mempersiapkan diri sematang mungkin. Dimulai dengan ikut bimbel kedinasan Mojokerto Taruna Cendekia, yang tersedia pula di Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, dan Kediri.
