Mempersiapkan diri untuk ikut seleksi sekdin dengan ikut bimbel kedinasan Mojokerto memang hal yang penting. Namun selain persiapan tersebut, ada hal lain yang perlu kamu lakukan sebelum mendaftar ke perguruan tinggi kedinasan.
Itu adalah memantau dan membersihkan akun media sosialmu. Sekilas memang terlihat bukan sebagai hal yang penting. Namun sebenarnya jejak digital dari akun media sosial bisa turut berpengaruh terhadap penilaian peserta secara tidak langsung. Yuk simak sepenting apa rekam jejak digital tersebut dalam konteks pendaftaran sekolah kedinasan.
Pentingnya Rekam Jejak Digital di Media Sosial
baca juga: STMKG: Syarat Masuk, Seleksi, Jurusan, Prospek Kerja dan Gaji
1. Penilaian Karakter dan Background Check
Pemeriksaan media sosial peserta seleksi umumnya tidak disebutkan secara eksplisit di panduan resmi. Meski begitu, panitia seleksi sekdin sangat mungkin memeriksa media sosial peserta.
Bahkan akun media sosial menjadi salah satu data pribadi yang diminta dalam formulir pendaftaran online. Jadi selain data seperti nama, tempat dan tanggal lahir, alamat domisili, dan lain sebagainya, nama akun media sosial termasuk bagian dari data diri pelamar yang dibutuhkan.
Sehingga bukan tidak mungkin jika panitia akan mengeceknya untuk penilaian karakter dan background check. Penilaian karakter seperti itu sering dilakukan terutama untuk sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Kemenhub dan Kemenkumham. Itu karena sekolah mencari calon siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya karakter yang baik, etika, dan integritas.
2. Risiko Jejak Digital Negatif
Dengan media sosial sebagai bahan penilaian karakter dan background check, maka memantau akunmu sebelum mendaftar sekdin menjadi hal penting selain ikut bimbel kedinasan Mojokerto untuk persiapan.
Apalagi jejak digital bersuara negatif tentu akan membawa banyak risiko. Dimana penilaian karakter peserta lewat media sosial sering dilakukan untuk tahapan wawancara dan psikotes. Apabila ditemukan rekam jejak negatif, maka itu bisa meningkatkan risiko kamu gugur dalam seleksi.
Adapun konten yang bisa menimbulkan masalah di antaranya meliputi postingan yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), konten yang melanggar hukum dan normal sosial, dan tanda-tanda perilaku tidak jujur atau tidak bertanggung jawab.
Selain itu, keterlibatan dalam politik praktis hingga kritik berlebihan terhadap institusi pemerintah atau TNI atau Polri juga termasuk konten yang bisa menimbulkan masalah sehingga akan ada risiko apabila ditemukan.

Tips Menggunakan Media Sosial Sebelum Daftar Sekdin
1. Jaga Etika Digital
Seperti yang telah disinggung di awal, selain mempersiapkan diri dengan ikut bimbel kedinasan Mojokerto, kamu sebaiknya memperhatikan akun media sosialmu sebelum mendaftar.
Karena telah dijelaskan di atas bahwa rekam jejak digital sangat penting untuk penilaian karakter pelamar. Oleh karena itu, tips menggunakan media sosial sebelum kamu daftar sekdin yaitu dengan menjaga etika digital.
Itu merupakan seperangkat norma, prinsip, dan nilai yang mengatur perilaku dan interaksi orang-orang di dunia maya. Etika digital ini membantu membangun budaya yang bertanggung jawab dan saling menghormati. Jadi pastikan semua konten kamu menjaga etika digital dan mencerminkan kepribadian yang positif, sesuai dengan nilai-nilai institusi kedinasan yang ingin dituju.
2. Manfaatkan untuk Mencari Sumber Informasi Resmi
Instansi sekolah kedinasan, bahkan BKN, umumnya punya media sosial resmi. Lewat akun resmi tersebut biasanya informasi terkini disampaikan. Jadi kamu bisa memanfaatkan akun medsos kamu untuk mencari sumber-sumber informasi resmi ini. Dimana kamu dapat mengetahui kapan pendaftaran sekolah kedinasan dibuka, persyaratan tambahan, hingga pengumuman hasil seleksi.Yuk, mulai jaga dan bersihkan akun media sosial kamu dari sekarang sebelum pendaftaran sekolah kedinasan dibuka. Lalu kamu bisa mempersiapkan diri dengan nyaman, dengan mengikuti bimbel kedinasan Mojokerto Taruna Cendekia. Bimbel Taruna Cendekia ini punya program persiapan sekdin lengkap, yang bisa kamu temukan di Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, Kediri, dan Mojokerto.
