Kamu siswa SMK yang ingin ikut bimbel sekolah kedinasan Malang untuk mempersiapkan diri seleksi sekdin? Sebelum itu, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apakah sekolah yang ingin dituju menerima lulusan SMK atau tidak.
Sebab kabarnya ada beberapa sekdin yang tidak menerima lulusan SMK karena kebutuhan kompetensi yang spesifik, dan kurikulumnya lebih cocok untuk lulusan SMA/MA. Apakah benar demikian, lantas sekolah kedinasan mana saja yang menerima lulusan SMK? Yuk cari tahu jawabannya.
Lulusan SMK Bisa Daftar Sekdin?
baca juga: Daftar Sekolah Kedinasan di Malang dengan Peluang Karier Cemerlang, Catat!
Jika kamu bertanya apakah lulusan SMK bisa daftar sekolah kedinasan, maka jawabannya ya. Namun tidak semua sekolah kedinasan dibuka untuk lulusan tersebut. Contohnya IPDN yang fokus utamanya pada pengetahuan umum di bidang pemerintahan dan birokrasi, sehingga sangat berbeda dengan fokus kejuruan pada pendidikan SMK.
Jadi persyaratan pendaftaran IPDN berdasarkan ketentuan Kementerian Dalam Negeri umumnya mencakup lulusan SMA, MA, dan Paket C. Kemudian ada pula sekolah seperti Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), yang hanya menerima SMK jurusan tertentu seperti teknik komputer atau elektronika.
Meski begitu, jangan berkecil hati. Ada banyak sekolah kedinasan lain yang membuka pendaftaran untuk semua jurusan SMK, jadi kamu bisa mempersiapkan diri sejak dini dengan ikut bimbel sekolah kedinasan Malang. Berikut kamu bisa cek beberapa daftar sekdin yang menerima pendaftaran lulusan SMK.
Daftar Sekdin yang Terbuka untuk Lulusan SMK
1. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN
Meskipun beberapa program studi mungkin lebih sesuai untuk jurusan tertentu, namun PKN STAN bisa menerima lulusan SMK dari semua jurusan. Selama kamu memenuhi persyaratan umum yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan nilai yang ditetapkan setiap tahunnya, maka kamu bisa mendaftar. Peraturan tersebut berlaku baik untuk jalur reguler, afirmasi, maupun pembibitan.
PKN STAN sendiri menawarkan 3 program studi untuk jenjang Sarjana Terapan (D-IV), yaitu Akuntansi Sektor Publik, Manajemen Aset Publik, dan Manajemen Keuangan Negara. Kemudian ada pula 6 program studi jenjang Diploma III (D3), yang hanya dibuka untuk alumni program D1 yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan pendidikan.
2. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
Dengan ikut bimbel sekolah kedinasan Malang, siswa SMK juga bisa mempersiapkan diri ikut seleksi masuk STIN. Itu karena STIN menerima lulusan SMK dari berbagai jurusan, jadi kamu bisa mendaftar.
Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa tidak semua jurusan sama-sama diprioritaskan. Umumnya jurusan yang relevan dengan bidang teknologi akan lebih diutamakan, mengingat bahwa STIN fokus pada kebutuhan intelijen negara di bidang tersebut.

3. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
Berikutnya ada STMKG, yang menerima lulusan SMA/MA maupun SMK selama memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan. Mulai dari usia, status pernikahan, dan kesehatan.
Meski begitu, jurusan yang punya dasar ilmu sains dan teknologi yang kuat seperti Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Elektronika mungkin akan lebih diprioritaskan karena relevan dengan fokus STMKG.
4. Sekolah Kedinasan di Bawah Kemenhub
Sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementerian Perhubungan cukup banyak yang membuka peluang bagi lulusan SMK. Akan tetapi, persyaratan jurusannya bervariasi tergantung sekolah dan prodi.
Contohnya ada Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya yang membuka pendaftaran untuk jurusan seperti Teknik Elektronika, Teknik Otomotif, dan Teknik Mesin. Contoh lainnya Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, yang terbuka bagi lulusan SMK dari segala jurusan untuk program studi D3 Manajemen Transportasi Udara.
Kesimpulannya, lulusan SMK bisa mendaftar sekolah kedinasan. Namun tidak semua sekdin membuka pendaftaran untuk lulusan SMK. Jadi pastikan kamu mengecek terlebih dahulu persyaratannya. Selain itu, kamu bisa ikut bimbel sekolah kedinasan Malang Taruna Cendekia dan berkonsultasi dengan mentor. Selain Malang, bimbel ini juga terdapat di Sidoarjo, Pasuruan, Jombang, Kediri, dan Mojokerto.
