Taruna Cendekia

Sekolah kedinasan selalu menjadi incaran para lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain gratis, institusi juga memberikan jaminan memperoleh pekerjaan setelah lulus. Agar tidak kalah saing, anda bisa mempersiapkan dari sekarang seperti bergabung di bimbel sekolah kedinasan Malang.

Ada banyak sekolah kedinasan yang bisa dijadikan tujuan pendidikan lanjutan anda seperti STIN dan STAN. Banyak orang yang bingung membedakan keduanya padahal berbeda seperti program studi, lulusan dan jalur masuknya. Penting diketahui perbedaannya agar tidak salah pilih di kemudian hari seperti berikut.

Perbedaan STIN dan STAN yang Wajib Diketahui

baca juga: Rekomendasi Sekolah Kedinasan Tanpa Tes Fisik, Cocok Jadi Pertimbangan

1. Syarat Masuk

Syarat masuk STAN dan STIN juga berbeda seperti batas minimal usia pendaftar. STAN menetapkan batas minimal usia 14 tahun serta maksimal 22 tahun. Sementara itu, batas minimal STIN 16 tahun dan maksimal 21 tahun. Siswa STAN bisa berasal dari SMA/MA baik jurusan IPA, IPS maupun Bahasa. Siswa SMK/MAK juga diperkenankan asalkan bukan dari paket C.

2. Seleksi Masuk

Anda bisa mengenali perbedaan utamanya dari seleksi masuk seperti regular, afirmasi kewilayahan dan penerimaan pembibitan. Berbeda dengan STIN hanya membuka jalur masuk regular. Jalur ini terdiri dari seleksi administrasi, tes kesehatan, tes kesamaptaan, tes akademik, tes psikologi, tes wawancara dan mental ideologi serta pantauan akhir.

3. Tahapan Seleksi

STAN memiliki tahapan seleksi dimulai dengan administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), seleksi lanjutan 1 (TPA, TBI serta Psikologi), seleksi lanjutan 2 (Tes Kesehatan dan Kebugaran, tes wawancara lalu diakhiri dengan pengumuman hasil. Anda bisa mempersiapkan diri dengan belajar di bimbel sekolah kedinasan Malang.

Sementara itu, STIN diawali dengan seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tes psikologi, seleksi kesehatan jiwa dan fisik, seleksi samapta & jasmani serta pendalaman mental serta ideologi. Tidak hanya tes tulis, anda juga perlu latihan fisik agar lolos di tahap samapta dan jasmani. Anda bisa bergabung di bimbel sekolah kedinasan Malang agar persiapan semakin matang.

Kenali Perbedaan STIN dan STAN, Penting Sebelum Mendaftar

4. Jurusan dan Program Studi

Jurusan kuliah di STAN dan STIN tentu berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan minat dan bakat calon siswa sebelum mendaftar. STAN memiliki jurusan D-IV Manajemen Aset Publik, D-IV Manajemen Keuangan Negara dan D-IV Akuntansi Sektor Publik. Jurusan STIN terdiri dari S-1 Analis Intelijen, S-1 Intelijen Biomedis, S-1 Agen Intelijen, S-1 Intelijen Ekonomi, S-1 Intelijen Cyber, S-1 Intelijen Teknologi.

5. Tujuan Pendidikan

Jika dilihat dari jurusannya, bisa diketahui bahwa STIN dan STAN memiliki perbedaan fokus pendidikan yang berbeda. STAN cenderung mencetak tenaga ahli di bidang pengelolaan keuangan negara. Sementara itu, STIN menghasilkan agen serta analis intelijen professional demi menjaga keamanan nasional.

6. Prospek Kerja

Prospek kerja STAN dan STIN mudah dikenali perbedaannya. Lulusan STAN dapat bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Keuangan dan masih banyak lagi sesuai kebutuhan pemerintahan.

Sementara itu, lulusan STIN akan bekerja sebagai Intel Polisi, Intel Militer, Analisis Intelijen, dan Investigator di Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Intelijen Negara dan Imigrasi. Anda bisa memilih di antara keduanya sesuai dengan minat, bakat dan referensi agar tidak salah pilih.

Itulah apa saja perbedaan dari STIN dan STAN yang perlu diketahui sebelum mendaftar. Mulai dari seleksi, tujuan pendidikan, program studi, tujuan pendidikan, hingga prospek kerjanya yang menjanjikan. Dengan mengikuti bimbel sekolah kedinasan Malang seperti Taruna Cendekia, anda semakin siap menghadapi rangkaian seleksi masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *