Biasanya, masyarakat cuman tahu institusi kepolisian dengan pasukannya yang berseragam coklat dan bertugas dalam pengamanan di sektor darat. Uniknya, polisi nggak cuman tentang itu saja loh. Di institusi kepolisian juga ada unit kerjanya yang bertugas di sektor air dan udara dengan seragam yang berbeda yang bisa kamu kenali lebih jauh di bawah.
Polisi itu bernama Korps Polisi Air dan Udara atau akrab disapa dengan Polairud. Polairud bertugas dalam pengamanan sektor air (sungai dan laut) dan udara. Dalam institusi kepolisian, polisi jenis ini pun dipanggil dengan nama Korpolairud Baharkam Polri yang merupakan kepanjangan dari Korps Kepolisian Air dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia.
Nah, kalau kamu mau belajar insight nya lebih jauh lagi tentang topik pembahasan fokus kita pada artikel kali ini, kamu bisa simak insight nya di bawah ini. Kamu pun bisa daftar bimbel POLRI Jombang untuk bisa dapat persiapan masuk yang lebih matang. So, yuk kita kenalan sama-sama dengan Korps Polairud yang jadi salah satu unit instansi polisi yang jarang muncul dipermukaan!
Kenalan dengan Korps Polairud, Salah Satu Unit Instansi Kepolisian di Indonesia
baca juga: AKPOL, Bintara, SIPSS, dan Tamtama: Kenali 4 Jalur Masuk Berbeda untuk Menjadi Polisi di Kepolisian
Dulu pemerintah Indonesia coba membuat polisi perairan pada tahun 1948, tetapi ditunda sebab adanya agresi militer Belanda II. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1949 di Konferensi Meja Bundar (KMB), barulah pembentukan Polisi Perairan pun dimulai. Pada tahun inilah RS Soekanto, Kepala Kepolisian Negara, menunjuk Kombes Pol RP Sudarsono agar jadi Kepala Bagian Polair.
Pada tahun 1958 Polairud mengubah namnya menjadi Dinas Perairan dan Udara di bawah Direktorat III. Di masa ini, Polairud terbagi menjadi dua bagian, yang pertama yaitu untuk sektor air dipimpin oleh Komisaris Polisi II Soetarjo Kartadihardja dan sektor udara dipimpin Komisaris Polisi I Drs Harsono.
Lalu, pada tahun 1961, UU nomor 13 tentang Pokok Kepolisian Negara pun akhirnya terbit. UU ini berkaitan dengan perubahan Dinas Perairan dan Udara menjadi Korps Airud. Pada tahun 1965, Korps Airud kembali mengalami perubahan nama lagi menjadi Direktorat Perairan dan Udara. Namun, nama tersebut cuman survive selama setahun dan pada akhirnya kembali sebagai Korps Airud.
Pada era reformasi, bagian Polair dan bagian Poludara dijadikan satu menjadi Direktorat Polairud. Hal ini hanya bertahan sementara, karena pada tahun 2002 Kapolri kembali memisahkan Polair dan Poludara.
Di tahun 2017, Presiden mengeluarkan sebuah edaran Perpres nomor 5 tahun 2017 yang berkaitan dengan Perubahan Atas Perpres nomor 52 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Polri. Hal ini menjadi landasan Polair dan Poludara kembali menjadi satu, yaitu menjadi Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpalairud).
Polisi Air dan Udara sendiri mempunyai seragam antara lain, PDH Polisi Berseragam yang digunakan untuk dinas atau kegiatan sehari-hari, PDL-II Two Tone yang digunakan untuk dinas jaga atau piket, tugas operasional kepolisian, siaga, tugas daerah konflik perbatasan, dan lain-lain, dan PDL-II Biru Air dan Udara yang digunakan untuk tugas operasional di atas kapal dan pesawat.

Selain itu, ada juga PDL-II Tactical Loreng Biru Air dan Udara yang digunakan untuk tugas kegiatan upacara dan operasi dan latihan gabungan, serta terakkhir seragamnya yaitu Penutup Kepala berbentuk baret dengan warna biru benhur, dan terdapat emblem Tribrata dalam bingkai pita warna kuning emas dan warna dasar emblem biru tua.
Begitulah sejarah singkat dan latar belakang seragam dari Korps Polisi Air dan Udara. Kamu bisa persiapkan diri dengan matang, setelah menyimak alasan tadi, dengan ikut bimbel POLRI Jombang yaitu di Bimbel Taruna Cendekia bersama mentor yang berpengalaman untuk bantu persiapan tes mu jadi semakin terarah dan efektif!
