Tes shuttle run TNI adalah tes lari yang dilakukan dengan tujuan untuk mengukur tingkat akselerasi tubuh, kelincahan dan juga kecepatan calon anggota TNI. Tes ini dilakukan dengan cara lari bolak-balik membentuk angka 8 diantara 2 tiang yang berjarak 10 meter sebanyak 3 kali. Anda akan mendapatkan jadwal latihan rutin jika memilih bergabung ke Bimbel TNI Mojokerto terpercaya.
Pada tes shuttle run ini, calon anggota yang dapat mencapai waktu tercepat maka akan mendapatkan nilai tertinggi. Shuttle run ini masuk dalam rangkaian tes kesamaptaan Jasmani B bersama dengan push up, pull up, dan sit up. Berikut adalah tips sukses melakukan shuttle run dengan waktu tercepat dalam tes fisik masuk anggota TNI!
Tips Shuttle Run untuk Tes TNI
baca juga: 6 Kelebihan Ketika Masuk SMA Taruna Nusantara, Yakin Nggak Ikut Seleksi?
1. Memahami Teknik Dasar Shuttle Run
Tips yang pertama untuk bisa lolos dalam tes shuttle run masuk TNI adalah memahami teknik dasarnya. Teknik pertama yang harus diperhatikan berkaitan dengan posisi start. Start dalam shuttle run adalah berdiri di samping salah satu tiang (tiang 1). Kemudian saat aba-aba dibunyikan, lari secepatnya menuju tiang (tiang 2) yang ada di sebelahnya dan memutar mengelilinginya.
Setelah itu, dari tiang (tiang 2) lari kembali ke tiang (tiang 1) dan memutar mengelilinginya. Pada lari ke-3 atau putaran terakhir, calon anggota TNI harus kembali lari ke tiang (tiang 2) dan langsung lari lurus ke depan (arah start) tanpa perlu memutar. Dalam Bimbel TNI Mojokerto, latihan ini dilakukan secara rutin agar peserta didik bisa lulus tes fisik dengan sempurna.
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam shuttle run ini adalah peserta tes TNI tidak diperkenankan menyentuh atau memegang tiang saat berbelok. Aturan ini perlu diperhatikan dengan baik agar Anda tidak tereliminasi hanya karena melakukan kesalahan sepele. Pahami aturan tes masuk TNI dengan benar untuk meminimalisir terjadinya kesalahan

2. Lakukan Latihan Secara Rutin
Setelah memahami teknik dasar shuttle run, Anda dapat mulai berlatih untuk meningkatkan performa tubuh. Jenis latihan yang bisa dilakukan adalah dengan latihan interval atau kombinasi lari cepat dan jogging ringan. Tujuan dari latihan ini adalah untuk menjaga daya tahan dan juga kecepatan. Anda bisa lari cepat selama 20 detik dan 40 detik jogging secara berulang.
Selain itu ada juga latihan sprint jarak pendek dengan lintasan 10×20 untuk meningkatkan kecepatan di jarak pendek. Latihan perlu dilakukan secara rutin agar kondisi fisik dan juga performa terjaga dengan baik. Agar proses latihan lebih terjaga, Anda dapat mendaftarkan diri di Bimbel TNI Mojokerto terpercaya yang sudah berhasil meloloskan banyak peserta didiknya.
Jenis latihan berikutnya yang dapat dilakukan untuk menjaga performa adalah latihan Zig-zag atau gerakan belok cepat di antara cone dengan tujuan meningkatkan kelincahan. Selanjutnya ada juga latihan core and stretching dinamis yang memperkuat otot ini dan peregangan dinamis sebelum tes agar dapat membantu kelenturan dan juga stabilitas.
Melakukan pola gerak membentuk angka 8 secara natural, manajemen pernafasan, dan juga simulasi tes menjadi pelengkap latihan fisik untuk tes shuttle run masuk TNI. Agar proses latihan dilakukan sesuai teknik dasarnya dan dipantau dengan ahlinya maka Anda bisa memilih bergabung di Bimbel TNI Mojokerto terbaik dan terpercaya.
Tips diatas akan mendukung kelancaran tes fisik melalui shuttle run dengan kondisi tubuh paling prima. Anda dapat bergabung di Bimbel Taruna Cendekia yang ada di Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, Kediri, dan Mojokerto untuk mendapatkan pendampingan secara lebih terarah.
