Tertarik masuk sekolah kedinasan? Selain bimbel sekolah kedinasan Jawa Timur yang bisa diikuti untuk membantu persiapan tes seleksi, kamu juga bisa aktif ikut kegiatan organisasi di sekolah.
Sebab dalam beberapa tahun terakhir, keikutsertaan dalam OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) semakin populer untuk membantu pendaftaran sekolah kedinasan terutama melalui jalur non-akademik. Lebih lanjut, kamu bisa simak ulasan berikut.
Jalur Khusus dan Nilai Tambah
Bagi kamu yang aktif ikut OSIS, kamu bisa mendaftar sekolah kedinasan melalui Pola Pembibitan. Melalui Sipencatar (Sistem Penerimaan Calon Taruna/Taruni) kemenhub, Pola Pembibitan memberikan bobot penilaian lebih untuk prestasi organisasi.
Nilai tambah yang diberikan pun cukup signifikan karena memiliki bobot hingga 20% pada tahap IV seleksi, yaitu tahap penilaian prestasi, di samping tes fisik dan wawancara. Sehingga aktif di OSIS dapat memberikanmu keuntungan besar saat mendaftar Sipencatar Kemenhub.
Pengalaman OSIS tersebut bisa menjadi bahan diskusi yang kuat saat tes wawancara. Ini akan menunjukkan soft skill yang kamu miliki untuk karier di sektor publik, seperti kemampuan beradaptasi, tanggung jawab, dan insiatif.
Kategori Prestasi Lainnya
Selain ikut bimbel sekolah kedinasan Jawa Timur dan aktif di OSIS, kamu juga bisa ikut secara aktif dalam kegiatan Pramuka dan Paskibraka. Sebab kedua organisasi tersebut termasuk pula dalam kategori prestasi.
Beberapa sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementerian Perhubungan menyediakan jalur penerimaan khusus bagi siswa berpestasi di bidang non-akademik, seperti OSIS, Pramuka, atau Paskibraka.
Itu karena organisasi-organisasi ini dapat menjadi tempat pengembangan karakter dan keterampilan. Dimana sekdin memang mencari calon taruna/i yang punya karakter kuat, jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin. Semua karakter tersebut merupakan nilai-nilai utama yang diajarkan dalam organisasi.
Dokumen Pendukung yang Wajib Dilampirkan
1. Prestasi Bidang OSIS
Kamu mau keikutsertaan di OSIS menjadi nilai tambah dalam seleksi pendaftaran sekolah kedinasan? Maka pastikan kamu melampirkan dokumen pendukung sebagai bukti keaktifan. Dokumen pendukung bisa berupa surat keputusan atau sertifikat atau piagam, yang menyatakan keterlibatan kamu sebagai ketua OSIS atau Pradana (Ketua Dewan Ambalan).
Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pendaftar dan diketahui oleh kepala sekolah juga perlu dilampirkan. Template surat pernyataan ini tersedia di laman Sipencatar Kemenhub saat pendaftaran akan dibuka.
2. Prestasi Bidang Pramuka
Sudah mempersiapkan diri dengan ikut bimbel sekolah kedinasan Jawa Timur, jangan lupa lampirkan dokumen pendukung keikutsertaan di Pramuka untuk memperbesar peluang lolos.
Prestasi sebagai delegasi dalam kegiatan Pramuka bisa didukung dengan dokumen berupa surat keputusan atau sertifikat atau piagam, yang menyatakan keterlibatanmu dalam kegiatan tersebut. Contohnya kegiatan Jambore Daerah, Jambore Nasional, Raimuna Daerah, hingga Raimuna Nasional.
Ini juga membutuhkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh calon taruna serta diketahui oleh kepala sekolah. Template surat pernyataan tersedia di halaman web Sipencatar Kemenhub.

3. Prestasi Bidang Paskibraka
Berikutnya untuk kamu yang aktif di Paskibraka, kamu bisa melampirkan dokumen pendukung berupa surat keputusan atau sertifikat atau piagam. Surat keputusan tersebut menyatakan keterlibatanmu sebagai pasukan pengibar bendera pusaka, bisa tingkat kabupaten atau kota, tingkat provinsi, maupun nasional.
Dibutuhkan pula surat pernyataan yang ditandatangani oleh calon taruna sebagai pendaftar dan diketahui oleh kepala sekolah. Sama seperti surat pernyataan OSIS dan Pramuka, template surat pernyataan ini tersedia di laman Sipencatar Kemenhub.
Kesimpulannya, aktif di organisasi seperti OSIS, Pramuka, dan Paskibraka bisa membantumu mendapat nilai tambah saat mendaftar sekolah kedinasan. Jadi peluangmu lolos seleksi sekdin bisa lebih besar. Untuk meningkatkan peluang, kamu juga bisa ikut bimbel sekolah kedinasan Jawa Timur di Taruna Cendekia. Bimbel ini tersedia di di Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, Kediri, dan Mojokerto.
