Bingung perbedaan antara taruna dan mahasiswa? Keduanya memang siswa yang melanjutkan pendidikan setelah lulusan SMA sederajat. Mereka mengemban ilmu untuk mempersiapkan diri di dunia kerja. Jika anda tertarik menjadi taruna, cobalah bergabung di bimbel kedinasan Jombang yang mengasah kemampuan menjawab soal seleksi.
Baik taruna maupun mahasiswa belajar mengembangkan diri sesuai bidang ilmu yang ditempuh. Kedua perguruan tingginya sudah terdaftar di institusi pendidikan tinggi dan mereka nantinya lulus dengan gelar. Namun, ada beberapa perbedaan yang harus dikenali agar tidak keliru seperti di bawah ini.
Perbedaan Taruna dan Mahasiswa yang Utama
baca juga: Polstat STIS Buka Kampus Baru di Bogor, Siap Hadirkan Program Pascasarjana?
1. Institusi
Institusi taruna dan mahasiswa mempunyai perbedaan signifikan. Taruna menempuh pendidikan di sekolah kedinasan seperti akademi militer, akademi polisi, atau institusi dengan sistem asrama serta semi militeristik. Sementara itu, mahasiswa belajar di universitas, politeknik, institut dan sekolah tinggi umum.
2. Sistem Pendidikan
Perbedaan yang mudah dikenali yakni sikap disiplin taruna yang telah diterapkan sejak dini. Bahkan, sebelum menjadi calon taruna, kehidupannya sudah ditertibkan dengan aturan mulai pagi sampai malam. Mereka juga disiplin dalam hal makanan dan berpakaian. Setelah menjadi taruna, pelanggaran sudah tertera di Sistem Pembinaan Sikap dan Kepribadian Taruna.
Mereka yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai ketentuan berlaku. Hukuman ini diberikan oleh instansi serta senior agar merasa jera dan lebih disiplin. Sementara itu, mahasiswa di kampus pada umumnya hanya ada di kampus saat memiliki jam kuliah. Sehingga, kegiatan sehari-hari seperti di rumah tidak diatur oleh institusi.
3. Manajemen Waktu
Perlu dicatat bahwa taruna wajib mengatur waktu dengan baik. Misalnya, mereka harus sudah tidur di jam 23.00 dan bangun sebelum adzan subuh. Sehingga, waktu luangnya cukup terbatas. Mereka dituntut untuk belajar dan mempersiapkan perlengkapan pribadi lebih sering. Jika tertarik lolos menjadi taruna, bimbel kedinasan Jombang siap membantu anda.
Sebelum apel pagi, mereka wajib siap dengan pakaian yang sudah disetrika, brifest telah diobras dan sepatu disemir. Ada banyak tugas dan kewajiban lain yang harus dipenuhi sehingga kemampuan manajemen waktu mereka harus baik. Berbeda dengan mahasiswa yang hidup di kost atau rumah dengan banyak waktu luang.
4. Tanggap
Seperti yang diketahui bahwa taruna harus cepat dan tanggap. Selain kegiatan sehari-hari yang terstruktur, mereka juga harus responsif saat dipanggil dosen atau senior untuk memenuhi perintah dan arahan. Semua jawabannya harus diawali dengan kata “Siap”. Mahasiswa bisa menolak atau lambat dalam merespon kakak tingkatnya.

5. Senioritas
Taruna cenderung menghormati senior atau orang yang lebih tua baik secara militer maupun non militer. Mahasiswa hanya hormat pada dosen serta pejabat. Bahkan, mereka terkadang memanggil kakak tingkatnya dengan panggilan “kak, kamu, atau lu”. Jika taruna melakukannya, mereka mendapatkan jatah olahraga.
6. Lingkup Pertemanan
Dalam suatu perguruan tinggi kedinasan atau sekolah kedinasan, taruna berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Hal inilah yang membuat mereka dapat berteman dari Sabang sampai Merauke. Ikatan pertemanan yang luas inilah sangat bermanfaat bagi mereka sebelum terjun di dunia kerja. Mahasiswa hanya bisa berteman dengan mahasiswa lain di universitas terkait.
7. Lulusan
Taruna sudah disiapkan sejak dini untuk menjadi abdi negara yang kompeten dan profesional di institusi pemerintah untuk mengisi posisi sesuai kebutuhan negara. Mahasiswa juga sama-sama disiapkan untuk bekerja tetapi mereka memilih dunia kerja bebas sesuai dengan bidang keahliannya.
Dapat disimpulkan bahwa Taruna dirancang khusus untuk pelajari di sekolah kedinasan. Mereka harus siap menjadi abdi negara setelah lulus nanti. Berbeda dengan mahasiswa yang mengatur waktu sendiri dengan bebas asalkan hadir di kelas. Bimbel kedinasan Jombang bisa membantu anda lolos seleksi taruna seperti Taruna Cendekia.
