Mau ikut bimbel kedinasan Malang untuk ujian masuk sekdin IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)? Sebelum itu, kamu sebaiknya mengetahui terlebih dahulu seputar fakta dan mitos tentang sekolah kedinasan di bawah naungan Kemendagri tersebut.
Pasalnya tidak bisa dipungkiri bahwa cukup banyak masyarakat awam yang menelan bulat-bulat rumor tentang praja IPDN. Mulai dari praja (mahasiswa) IPDN tidak boleh naik ojek dan lain sebagainya. Tapi apakah semua itu benar adanya? Supaya kamu bisa memulai perguruan tinggi dengan mentalitas yang siap untuk masuk IPDN, yuk simak ulasannya berikut.
Fakta dan Mitos Tentang IPDN
baca juga: Sekolah Kedinasan Penerbangan: Macam, Jurusan, dan Lokasinya
1. Tidak Boleh Naik Ojek
Praja IPDN memang harus mematuhi berbagai peraturan yang ketat selama masa pendidikan, termasuk aspek kehidupan sekecil moda transportasi yang mereka gunakan di luar kompleks kampus atau dalam perjalanan dinas. Karena selama mereka menggunakan seragam, maka mereka membawa nama baik institut.
Tapi apakah benar bahwa praja tidak boleh naik ojek? Aturannya ini ternyata untuk mengendarai, jadi jika dibonceng masih diperbolehkan. Meski begitu, kebanyakan praja biasanya lebih memilih untuk menggunakan moda transportasi umum yang lebih tertutup. Tujuannya yaitu untuk mengurangi ketidaksengajaan kesalahan yang dilakukan dalam perjalanan, seperti baju yang tidak rapi.
2. Butuh Orang Dalam untuk Masuk IPDN
Capek-capek ikut bimbel kedinasan Malang tapi tidak punya orang dalam, apakah itu berarti kamu tidak bisa melanjutkan pendidikan ke IPDN? Tenang saja, harus ada orang dalam untuk bisa masuk sekolah kedinasan itu hanya mitos.
Faktanya, jalur masuk sekolah kedinasan termasuk IPDN harus melewati seleksi yang ketat. Seleksi SPCP IPDN terdiri dari berbagai tahap dan hanya usahamu dan doa yang dapat membantu. Seleksi tersebut sepenuhnya transparan sehingga tidak ada hubungannya dengan koneksi.
3. Latihan Fisik Setiap Hari
Untuk poin satu ini bukan mitos. Praja IPDN memang harus menjalani pelatihan yang ketat selama masa pendidikan. Itu karena IPDN sendiri merupakan sekolah kedinasan semi-militer, jadi mirip dengan akademi militer meskipun fokusnya pada ilmu pemerintahan dan birokrasi.
Oleh karena itu, selain pendidikan akademik, kamu akan memperoleh pelatihan fisik dan mental apabila ikut bimbel kedinasan Malang dan berhasil lolos seleksi masuk IPDN. Melalui program Bina Fisik, semua praja harus mengikuti pelatihan fisik setelah sholat subuh sekitar jam 5 pagi sebelum perkuliahan dimulai.
4. Wajib Memakai Seragam Meskipun di Luar Kampus
Pernah lihat taruna Akmil menggunakan seragam meskipun di luar kampus? Ternyata IPDN juga demikian, dan ini bukan mitos. Sebagai bentuk disiplin, tanggung jawab, dan identitas institusi, praja IPDN wajib mengenakan seragam mereka baik saat berada di dalam maupun di luar kampus.
Aturan tersebut bahkan masuk secara resmi dalam Permendagri tentang Pedoman Tata Kehidupan Praja IPDN. Jadi kalau ketahuan melanggar maka akan ada konsekuensinya tersendiri.

5. Praja IPDN Tidak Punya Kehidupan Sosial
Karena pelatihan yang ketat, bahkan ada pedoman tata kehidupan praja, banyak yang beranggapan bahwa menjadi praja berarti tidak akan punya kehidupan sosial. Itu adalah pemikiran yang keliru.
Sebab faktanya di dalam kampus pun ada banyak kegiatan sosial dan organisasi yang bisa diikuti. Dengan kata lain, menjadi praja tidak akan membuat kamu jadi antisosial. Kamu tetap bisa ikut berbagai kegiatan positif untuk menyalurkan hobi, termasuk kegiatan seni.Itu dia beberapa fakta dan mitos terkait praja IPDN. Mulai sekarang, jangan sampai salah kaprah lagi tentang sekolah kedinasan ini. Dimana IPDN dapat menjadi salah satu pilihan sekdin yang kamu tuju. Kamu bisa mempersiapkan diri dengan ikut bimbel kedinasan Malang di Taruna Cendekia. Bimbel ini bisa kamu temukan pula di Sidoarjo, Pasuruan, Jombang, Kediri, dan Mojokerto.
