Saat mencari bimbel kedinasan Surabaya untuk mempersiapkan diri ikut seleksi sekdin, pastikan kamu mencari bimbingan belajar yang punya program lengkap. Bukan hanya memberikan latihan soal-soal SKD saja, tapi juga dapat membinging kamu dalam menyiapkan tes kesehatan.
Meskipun tidak semua sekolah kedinasan mewajibkan tes kesehatan, tapi sebagian besar tetap punya standar kesehatan sendiri. Terutama untuk sekolah yang menerapkan pendidikan militer atau semi-militer, tes kesehatannya bisa sangat ketat. Oleh karena itu, yuk intip tips supaya kamu bisa lolos tes kesehatan tersebut dengan mudah.
Kiat Jitu Anti Gagal Tes Kesehatan
baca juga: Daftar Sekolah Kedinasan dengan Fasilitas Asrama Gratis, Cocok untuk Anak Rantau!
1. Perbaiki Masalah Gigi
Ada beberapa sekolah kedinasan yang memeriksa kondisi gigi sebagai bagian dari tes kesehatan. Pemeriksaan ini umumnya mencakup kebersihan mulut, noda pada gigi, gigi berlubang, dan kondisi tambalan. Itu karena kondisi gigi yang sehat dapat menjadi indikator kesehatan, mencerminkan kesehatan fisik seseorang secara keseluruhan.
Jadi kondisi gigi berlubang bahkan bisa menggugurkan tes kesehatan, meski tingkat kelonggarannya dapat berbeda-beda tergantung kebijakan instansi. Oleh karena itu, kamu sebaiknya segera perbaiki masalah gigi sebelum mengikuti tes kesehatan. Apabila ada gigi berlubang, segera lakukan penambalan gigi ke dokter gigi.
2. Jaga Indeks Massa Tubuh
Bimbel kedinasan Surabaya terbaik biasanya punya program latihan fisik supaya calon peserta dapat melewati tes kesehatan dengan mudah. Itu karena latihan fisik dapat membantu dalam menjaga Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT sendiri merupakan ukuran untuk memperkirakan jumlah lemak tubuh, dengan membandingkannya terhadap berat dan tinggi badan seseorang.
Supaya lolos tes kesehatan sekdin, kamu perlu memastikan IMT berada dalam rentang ideal supaya tidak terlalu kurus ataupun obesitas. Biasanya sekolah yang bersifat militer atau semi-militer sangat ketat terhadap IMT tersebut. Dimana taruna/taruni wajib memiliki berat badan yang proporsional dengan tinggi badan.
3. Olahraga Rutin
Meskipun sekolah kedinasan yang ingin kamu tuju tidak menerapkan syarat fisik yang ketat, tapi pastikan kamu olahraga rutin sejak dini sebelum pendaftaran sekdin dimulai. Bimbel kedinasan Surabaya dengan program latihan fisik tentu akan sangat membantu di sini.
Sebab semua sekolah kedinasan tetap mensyaratkan peserta sehat jasmani dan rohani secara umum. Jadi olahraga rutin dan mengonsumsi makanan yang bergizi akan membantu kamu mendapatkan fisik yang sehat saat tes dilakukan.
Usahakan menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang, seperti perbanyak minum air putih, konsumsi buah dan sayur, istirahat cukup dan menghindari begadang, serta tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol.
4. Hindari Minum Obat atau Suplemen
Menjelang tes kesehatan, pastikan kamu menghindari minum obat atau suplemen, kecuali atas anjuran dari dokter. Suplemen sekalipun dapat berpengaruh terhadap hasil tes, karena beberapa jenis bisa menyebabkan bias pada hasil laboratorium.
Dimana dosis tinggi dari beberapa vitamin dapat mengubah warna urin, alhasil ini bisa menimbulkan kecurigaan dalam skrining tertentu meskipun yang kamu konsumsi sebenarnya tidak termasuk obat-obatan terlarang.

5. Puasa
Jika diperlukan, kamu biasa puasa sebelum tes kesehatan. Khususnya pada tes sekdin yang memberlakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kolesterol dan gula darah. Puasa di sini bertujuan untuk memastikan hasil tes laboratorium akurat, tidak dipengaruhi oleh asupan makanan atau minuman terakhir yang kamu konsumsi.
Tapi peraturan tersebut dapat berbeda-beda, tidak semua instansi mewajibkan kamu puasa sebelum tes kesehatan dilakukan. Maka dari itu, pastikan kamu mengikuti semua instruksi yang diberikan.Itu dia beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghadapi tes kesehatan sekolah kedinasan. Supaya persiapanmu makin matang, kamu bisa ikut bimbel kedinasan Surabaya. Taruna Cendekia merupakan bimbel yang menyediakan program latihan fisik yang kamu butuhkan. Bimbingan belajar ini tersedia di Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, Kediri, dan Mojokerto.
